Jumat, 24 Oktober 2014

MATI SEBELUM MATI MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Mati Sebelum Mati Mutlak Diperlukan bagi Salik yang Mau Menempuh Jalan Tuhan.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Wahai hamba Allah, sadarilah bahwa engkau hanya sebatas diberi harapan. Maka, jauhilah segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla dengan kalbumu sehingga engkau dapat dekat kepada-Nya. Matilah engkau sebelum mati. Matilah engkau dari dirimu dan makhluk. Sungguh telah diangkat berbagai hijab dari dirimu dan Allah Azza wa Jalla.”

Seseorang bertanya, “Bagaimana saya harus mati?” Lalu beliau menjawab, “Matilah dari mengikuti kemauan, hawa nafsu, tabiat dan kebiasaan burukmu, serta matilah dari mengikuti makhluk dan dari berbagai sebab. Tinggalkanlah persekutuan dengan mereka dan berharaplah hanya kepada Allah, tidak selain-Nya. Hendaklah engkau menjadikan seluruh amalmu hanya karena Allah Azza wa Jalla dan tidak mengharap nikmat-Nya.

Hendaklah engkau bersikap ridha atas pengaturan, qadha dan tindakan-Nya. Jika engkau melakukan hal yang demikian, maka hidup dan matimu akan bersama-Nya. Kalbumu akan menjadi tentram. Dialah yang membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Kalbumu akan selalu menjadi dekat kepada-Nya, selalu terhubung dan bergantung kepada-Nya. Engkau akan selalu mengingat-Nya dan melupakan segala perkara selain Diri-Nya.
Kunci surga adalah ucapan La ilâha illa Allâh, Muhammadur-Rasûlullâh. Sedangkan esok,, kunci surga adalah kefanaan dari dirimu, orang lain, dan segala sesuatu selain Allah, dan dengan selalu menjaga batas-batas syariat.

Kedekatan kepada Allah adalah surga bagi manusia, sedangkan jauh dari Allah adalah neraka untuk mereka. Alangkah indah keadaan seorang Mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Di dunia dia tidak berkeluh-kesah atas keadaaan yang dia alami, setalah dia memahami bahwa Allah meridhainya, dimana pun dia berada cukuplah bagiannya dan ridha dengan bagian itu. Kemanapun dia menghadapkan wajahnya, dia memandang dengan cahaya Allah. Setiap isyaratnya adalah kepada-Nya. Setiap kebergantungan adalah kepada-Nya. Setiap tawakalnya adalah hanya kepada-Nya.

Berhati-hatilah, jika ada seorang di antara engkau merasa bergembira berlebihan karena telah melakukan ketaatan, karena boleh jadi ada rasa takjub ketika dilihat orang lain atau berharap pujiannya. Barangsiapa di antaramu ingin menyembah Allah, hendaklah memisahkan diri dari makhluk. Sebab, perhatian makhluk pada amal-amal mereka dapat merusaknya. Nabi SAW bersabda, “Engkau mesti ber-uzlah, sebab uzlah adalah ibadah dan bentuk kesungguhan orang-orang shaleh sebelum kalian.”

Engkau mesti beriman, lalu yaqin dan fana dalam wujud Allah, bukan dalam dirimu atau orang lain. Dan, tetaplah menjaga batas-batas syariat dan meridhai Rasulullah SAW. Tidak ada karamah bagi orang yang mengatakan sesuatu selain hal ini. Karena, inilah yang terjadi dalam berbagai shuhuf dan lawh kalam Allah Azza wa Jalla.

Engkau harus selalu bersama Allah; memutuskan diri untuk selalu dengan-Nya; dan bergantung kepada-Nya. Hal demikian akan mencukupkan dirimu dengan pertolongan (ma’unah) di dunia dan akhirat. Dia akan menjagamu dalam kematian dan kehidupan, menjagamu dalam setiap keadaan. Engkau harus memisahkan yang hitam dari yang putih!”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fath Ar-Rabbani wal-Faidh Ar-Rahmani




--------------------------------------------
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat. Antara lain:

1)      Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2)      Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3)      Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4)      An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), softcover,harga Rp 54.000.
5)      SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
6)      Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
7)      Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
8)      Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
9)      Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
10)   Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 55.000.
11)   Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah, Kepribadian Rasulullah SAW, hardcover, Rp 68.000.
Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.
 












.

Foto: MATI SEBELUM MATI MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Wahai hamba Allah, sadarilah bahwa engkau hanya sebatas diberi harapan. Maka, jauhilah segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla dengan kalbumu sehingga engkau dapat dekat kepada-Nya. Matilah engkau sebelum mati. Matilah engkau dari dirimu dan makhluk. Sungguh telah diangkat berbagai hijab dari dirimu dan Allah Azza wa Jalla.”

Seseorang bertanya, “Bagaimana saya harus mati?” Lalu beliau menjawab, “Matilah dari mengikuti kemauan, hawa nafsu, tabiat dan kebiasaan burukmu, serta matilah dari mengikuti makhluk dan dari berbagai sebab. Tinggalkanlah persekutuan dengan mereka dan berharaplah hanya kepada Allah, tidak selain-Nya. Hendaklah engkau menjadikan seluruh amalmu hanya karena Allah Azza wa Jalla dan tidak mengharap nikmat-Nya.

Hendaklah engkau bersikap ridha atas pengaturan, qadha dan tindakan-Nya. Jika engkau melakukan hal yang demikian, maka hidup dan matimu akan bersama-Nya. Kalbumu akan menjadi tentram. Dialah yang membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Kalbumu akan selalu menjadi dekat kepada-Nya, selalu terhubung dan bergantung kepada-Nya. Engkau akan selalu mengingat-Nya dan melupakan segala perkara selain Diri-Nya.
Kunci surga adalah ucapan La ilâha illa Allâh, Muhammadur-Rasûlullâh. Sedangkan esok,, kunci surga adalah kefanaan dari dirimu, orang lain, dan segala sesuatu selain Allah, dan dengan selalu menjaga batas-batas syariat.

Kedekatan kepada Allah adalah surga bagi manusia, sedangkan jauh dari Allah adalah neraka untuk mereka. Alangkah indah keadaan seorang Mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Di dunia dia tidak berkeluh-kesah atas keadaaan yang dia alami, setalah dia memahami bahwa Allah meridhainya, dimana pun dia berada cukuplah bagiannya dan ridha dengan bagian itu. Kemanapun dia menghadapkan wajahnya, dia memandang dengan cahaya Allah. Setiap isyaratnya adalah kepada-Nya. Setiap kebergantungan adalah kepada-Nya. Setiap tawakalnya adalah hanya kepada-Nya.

Berhati-hatilah, jika ada seorang di antara engkau merasa bergembira berlebihan karena telah melakukan ketaatan, karena boleh jadi ada rasa takjub ketika dilihat orang lain atau berharap pujiannya. Barangsiapa di antaramu ingin menyembah Allah, hendaklah memisahkan diri dari makhluk. Sebab, perhatian makhluk pada amal-amal mereka dapat merusaknya. Nabi SAW bersabda, “Engkau mesti ber-uzlah, sebab uzlah adalah ibadah dan bentuk kesungguhan orang-orang shaleh sebelum kalian.”

Engkau mesti beriman, lalu yaqin dan fana dalam wujud Allah, bukan dalam dirimu atau orang lain. Dan, tetaplah menjaga batas-batas syariat dan meridhai Rasulullah SAW. Tidak ada karamah bagi orang yang mengatakan sesuatu selain hal ini. Karena, inilah yang terjadi dalam berbagai shuhuf dan lawh kalam Allah Azza wa Jalla.

Engkau harus selalu bersama Allah; memutuskan diri untuk selalu dengan-Nya; dan bergantung kepada-Nya. Hal demikian akan mencukupkan dirimu dengan pertolongan (ma’unah) di dunia dan akhirat. Dia akan menjagamu dalam kematian dan kehidupan, menjagamu dalam setiap keadaan. Engkau harus memisahkan yang hitam dari yang putih!”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fath Ar-Rabbani wal-Faidh Ar-Rahmani
--------------------------------------------
Kami membantu para sahabat untuk mendapatkan buku-buku terjemah yang membahas tentang makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat. Antara lain: 1) Sirrul Asrar (Rasaning Rasa) karya Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab (Rp 65.000), 2) Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz, hardcover, harga Rp 230.000). 3) SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan (Rp 55.000), 4) Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, (Rp 25.000). Untuk pemesanan, hubungi Ibu Ina via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.

MENGENAL BISIKAN DALAM JIWA (AL-KHATHIR)

https://www.facebook.com/tasawufunderground 
Jika Anda Bingung dengan Bisikan Jiwa Bacalah!
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pernah ditanya muridnya tentang al-khathir (bisikan jiwa), lalu beliau menjawab:

“Memang apa yang engkau ketahui tentang al-khathir? Al-khathir itu bisa berasal dari setan, bisa berasal dari tabiat buruk, bisa pula berasal dari hawa nafsu dan dunia. Perhatianmu akan dicurahkan kepada apa yang dianggap penting. Dan, ingatlah bahwa sebenarnya bisikan jiwa yang datang kepadamu juga selalu berhubungan dengan perhatianmu.

Sedangkan bisikan jiwa (al-khathir) yang berasal dari Allah SWT tidak akan datang, kecuali kepada kalbu yang kosong dari selain Allah SWT. Contohnya seperti firman-Nya saat menjelaskan tentang sikap Nabi Yusuf a.s. Allah SWT berfirman, “Aku memohon perlindungan dari Allah daripada mengambil (menahan) seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya,” (QS Yusuf: 79)

Jika engkau banyak menyebut nama Allah, tentu saja kalbumu akan penuh dengan al-khathir yang berasal dari Allah karena engkau dekat dengan-Nya. Sedangkan al-khathir yang berasal dari setan, hawa nafsu, dan dunia akan menjauh darimu.

Sekali lagi ditegaskan bahwa ada khathir yang berasal dari dunia, ada khathir yang berasal dari akhirat, ada khathir yang bersumber dari al-mulk (kerajaan Allah), ada yang berasal dari hawa nafsu, ada yang berasal dari kalbu dan ada yang berasal dari Allah Yang Mahabenar (Al-Haqq).

Wahai orang yang berada di jalan kebenaran, yang engkau perlukan adalah membuang dan mengusir semua al-khathir tersebut dan merasa tentram dengan hanya satu kehadiran khathir saja, yakni khathir yang berasal dari Allah Yang Mahabenar (Al-Haqq).

Jika engkau berpaling dan mengabaikan khathir yang berasal dari nafsu, setan dan dunia, maka engkau akan dihampiri oleh khathir yang berasal dari akhirat, kemudian disusul pula dengan kehadiran khathir yang berasal dari al-mulk (kerajaan Allah), akhirnya pada puncaknya, engkau akan merasakah kehadiran khathir dari Allah Yang Mahabenar (Al-Haqq).

Jika kalbumu bening dan jernih, maka ia akan berdiri menghadang dan mengintrogasi setiap khathir yang datang kepadanya. “Kamu khathir yang mana? Berasal darimana?” maka khathir itu akan menjawab, “Aku adalah khathir begini dan begitu. Aku khathir yang berasal dari Allah yang Mahabenar (Al-Haqq). Aku adalah pemberi nasihat dan pecinta. Allah Al-Haqq mencintaimu. Aku adalah utusan. Aku adalah jatah (bahagian) dari hal nubuwwah (sebagian kecil dari karunia Allah yang dianugerahkan kepada nabi).”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Mawa’izh Asy-Syekh Abdul Qadir Al-Jailani


--------------------------------------------
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat. Antara lain:
1)      Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2)      Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3)      Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4)      An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), softcover,harga Rp 54.000.
5)      SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
6)      Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
7)      Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
8)      Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
9)      Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
10)   Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 55.000.
11)   Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah, Kepribadian Rasulullah SAW, hardcover, Rp 68.000.
Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.

BISIKAN JIWA (AL-KHATHIR) ORANG YANG WUSHUL

https://www.facebook.com/tasawufunderground
Pelajaran Tasawuf Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad 
Sayyid Abu Bakar bin Syaikh Al-Saqqaf Ba Alawi bertanya, “Bagaimanakah hukum bisikan-bisikan yang melintas di hati orang yang washil (sudah sampai kepada Allah mendapat kedudukan di sisi Allah)? Apakah ia harus menolak bisikan-bisikan tersebut dan hanya bersandar kepada bisikan Allah, atau apa yang mesti ia lakukan?”


Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad, menjawab: “Pemilik kedudukan (washil) itu berbeda-beda tingkatan mereka. Orang yang mencapai kedudukan ini memiliki dua keadaan. Pertama disebut al-jama’; Kedua disebut al-farq. Jika seseorang mengalami keadaan yang pertama, yaitu al-jama’, ia akan fana terhadap dirinya dan orang lain, ia akan asyik tenggelam bersama Tuhannya dengan seluruh raganya. Saat itu, tidak ada lagi bisikan-bisikan yang datang, yang ada hanya Allah, Dzat Yang Mahaada.

Seseorang yang sudah mencapai kedudukan ini berkata,“Jika pada diriku terdapat bisikan keinginan selain kepada-Mu, yang muncul karena kealpaanku, maka kuputuskan kemurtadan diriku.” Maksud dari “kemurtadan” di sini adalah ‘Aku tidak tenggelam dan hanyut di dalam diri-Mu. Berarti dia tak lagi di maqam ini.

Seseorang yang lain juga berkata, “Hatiku dipenuhi keinginan beragam lalu menyatu sejak mata keinginanku memandang-Mu.”
Adapun bisikan yang bermacam-macam itu muncul disebabkan oleh pikiran yang bercabang dan halangan yang banyak di dalam diri. Hal yang seperti ini tidak dialami oleh seseorang yang sudah wushul (sampai) kepada Allah, karena ia telah menyatukan pikiran dan kalbunya hanya kepada Allah semata. Keadaan ini diisyaratkan oleh Rasulullah SAW, “Aku memiliki satu waktu yang aku isi hanya bersama Tuhanku.”

Keadaan semacam ini amatlah jarang dialami oleh seseorang, saat itu terjadi maka akan tampak hal-hal yang mengagumkan dan menakjubkan. Keadaan ini pernah dialami oleh beberapa masyayikh (para syekh besar) di Irak selama 7 tahun lamanya, lalu ia tersadar sejenak sebelum akhirnya kembali tenggelam dalam keadaan ini selama 7 tahun berikutnya. Selama berada pada maqam ini, ia tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak shalat, akan tetapi tetap berdiri tegak di tanah lapang sambil menengadahkan pandangan matanya ke arah langit.

Kami juga pernah mendengar cerita tentang beberapa masyayikh di Mesir yang berwudhu lalu berbaring seraya berkata pada pendampingnya, “Jangan engkau bangunkan aku dari tidurku sampai aku sendiri yang akan bangun.” Ia pun tertidur hingga 17 tahun lamanya, lalu ia bangkit dari tidurnya dan shalat dengan wudhunya tersebut.

Para ‘arif billah merindukan keadaan al-jama’ ini. Sedangkan Allah SWT, karena rasa kasih sayang-Nya, memindahkan mereka dari keadaan ini. Agar mereka tetap dapat menjalankan kewajiban-kewajiban mereka dan terhindar dari rusaknya fisik dan hancurnya persendian mereka. Karena, anugerah Allah berupa ilmu dan hikmah, jika sudah menguat dan menguasai, tidak akan sanggup kekuatan fisik manusia menanggungnya. Bukankah Gunung Al-Thur terbakar dan menjadi debu ketika cahaya anugerah Allah bersinar di atasnya?

Tidak benar pengakuan sebagian orang yang telah dikuasai oleh setan yang menyatakan bahwa mereka telah mencapai maqam al-jama’ ini. Sehingga kita menyaksikan mereka meninggalkan ibadah dan melalaikan kewajiban-kewajiban agama seperti puasa dan shalat. Di samping itu, mereka juga memperturutkan syahwat dan keinginan nafsu mereka serta melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Seandainya mereka adalah para wali Allah, seperti pengakuan mereka, niscaya Allah akan memelihara mereka dari hal-hal tersebut. Dan, seandainya mereka benar-benar hanyut dalam kefanaannya dengan Allah, niscaya mereka akan lenyap dari selain diri-Nya.

Kami tidak akan memperpanjang pembicaraan, walaupun masalah ini adalah masalah yang sangat luas pembahasannya. Bahkan, banyak orang yang tergelincir pemahamannya saat membahas hal ini. Karena, ini termasuk masalah yang sangat rumit dan sulit dipahami oleh akal manusia, apalagi hanya dengan pikiran-pikiran belaka.

Mengenai keadaan farq, seseorang yang telah mencapai akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah dan penglihatan dengan pandangan inayah-Nya. Saat itulah, akan muncul bisikan Rabbani, yang disebut di kalangan sufi dengan istilah idzn (izin), dan bisikan malaikat, mereka menyebutnya sebagai ilham. Dan, mereka tidak melaksanakan bisikan-bisikan itu kecuali yang sesuai dengan tuntutan Al-Quran dan hadis.

Adapun Al-khathir asy-syaaithani (bisikan setan), hal itu tidak ada pada diri mereka. Karena setan tidak sanggup mendekati hati orang yang sudah wushul (sampai) kepada Allah dan selalu disinari dengan cahaya makrifat kepada-Nya.

Bahkan, terkadang setan justru tunduk kepada orang-orang yang telah washil kepada Allah, seperti yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Rasul bersabda, “Aku juga mendapat (godaan) setan, namun Allah SWT menolongku atasnya, hingga ia menyerah dan tidak memerintah kecuali suatu kebaikan.”

Sedangkan mengenai al-khathir an-nafsani (bisikan nafsu), hal ini amat mustahil ada pada diri orang yang telah sampai (washul) kepada Allah. Karena jiwa orang yang wahsil, telah merasa tentram dan tenang bersama Allah, serta senantiasa dekat dan tunduk hanya kepada-Nya. Allah menyeru serta memanggilnya, hingga jiwa itu datang dan kembali kepada-Nya. Lalu, Allah memasukkannya ke dalam golongan hamba-hamba-Nya dan menempatkan mereka di dalam surga yang luasnya seluas langit dan bumi, dan hanya disedikan untuk hamba-hamba yang bertakwa.”
-- Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab An-Nafais Al-‘Uluwiyyah fi Masail Ash-Shufiyyah.

--------------------------------------------
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat. Antara lain:
1)      Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2)      Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3)      Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4)      An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), softcover,harga Rp 54.000.
5)      SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
6)      Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
7)      Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
8)      Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
9)      Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
10)   Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 55.000.
11)   Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah, Kepribadian Rasulullah SAW, hardcover, Rp 68.000.
Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.

Sayangi yang Ada di Bumi, yang Ada di Langit Menyayangimu

https://www.facebook.com/tasawufunderground 
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat Jibril a.s. berkata kepadaku,’Allah SWT meyanyangi para hamba-Nya yang penyayang,” (HR Bukhari). Rasul juga bersabda, “Sayangilah apa yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangi kalian,” (HR At-Tirmidzi)

Wahai orang yang menginginkan kasih sayang Allah SWT, perhatikanlah harganya dan itu sudah ada di tanganmu! Lalu berapa harga yang harus dibayar? Yaitu, kasih sayang kepada sesama makhluk-Nya. Lalu, apa yang dimaksud dengan ‘yang ada di tanganmu?’ Yang ada di tanganmu adalah berikanlah harganya dan ambil barangnya.

Celakalah dirimu, engkau mengaku mengenal Allah SWT, namun tidak mengasihi sekalian makhluk-Nya, Pengakuanmu itu dusta. Orang yang arif akan senantiasa mengasihi sekalian makhluk berdasarkan ilmunya, serta mengasihi kaum lainnya berdasarkan hukum. Hukum itu memecah dan ilmu menyatukan. Allah SWT berfirman, “Dan, masuklah ke rumah-rumah dari pintu-pintunya..”(QS Al-Baqarah [2]: 189)

Para syekh yang mengamalkan ilmu dan benar dalam menjalaninya merupakan pintu Al-Haqq Azza wa Jalla dan jalan menuju kedekatan kepada-Nya. Mereka merupakan pewaris para Nabi, yang menyeru kepada jalan keesaan-Nya. Mereka adalah para dokter agama dan pengajar. Maka, terimalah penjelasan yang mereka sampaikan dan layanilah mereka. Serahkan nafsu jahiliah kalian atas dasar perintah dan larangan mereka.

Semua rezeki berasal dari Al-Haqq ‘Azza wa Jalla, baik rezeki badan, batin, maupun relung jiwa, maka mintalah dari-Nya, bukan kepada selain-Nya. Rezeki badan adalah makanan dan minuman. Rezeki batin (qalb) adalah tauhid, dan rezeki relung jiwa adalah dzikir khafi. Sayangilah diri kalian dengan bermujahadah, memerintahkannya dan melarangnya, serta melatihnya dengan kesungguhan. Sayangilah sekalian makhluk dengan memerintahkan mereka untuk menjalankan amal kebaikan dan mencegah kemunkaran, disertai niat yang benar dalam menasihati mereka, serta menuntun tangan mereka menuju pintu-Nya.

Kasih sayang merupakan salah satu sifat orang Mukmin, sedangkan bersikap kasar adalah ciri orang kafir. Sambunglah silaturahmi kepada orang yang memutus talinya. Berilah orang-orang yang tidak memberi kepada kalian. Dan, maafkanlah orang-orang yang menzalimi diri kalian. Jika kalian mampu melakukan hal tersebut, maka tali kalian bersambung dengan tali Al-Haqq Azza wa Jalla. Segala sesuatu yang kalian miliki ada di sisi-Nya, karena akhlak-akhlak ini merupakan bagian dari akhlak-Nya.

Sambutlah para muadzin yang menyeru kalian agar mendatangi masjid, yang merupakan rumah pertemuan dan munajat. Sambutlah mereka, maka kalian akan mendapatkan kesuksesan dan kecukupan. Jika kalian merespons seruannya maka Allah SWT akan memasukkan kalian ke dalam negeri-Nya, mengabulkan doa kalian, mendekatkan kalian, serta mengajarkan makrifat dan ilmu kepada kalian. Dia akan memperlihatkan kepada kalian segala sesuatu yang ada di sisi-ya, mendidik seluruh anggota badan kalian, menyucikan kalbu kalian, menjernihkan bashirah kalian, memberi ilham, menempatkan kalian di hadapan-Nya, mengantarkan kalbu kalian ke Negeri Kedekatan-Nya, dan mengizinkan kalian masuk menemui-Nya.

Dia Maha Dermawan jika kalian menyambut-Nya serta tidak meremehkan berdoa kepada-Nya. Dia berbuat baik kepada kalian dan mencabut apa yang harus dicabut dari diri kalian.”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Jala’ Al-Khathir.



--------------------------------------------
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat. Antara lain:
1)      Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2)      Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3)      Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4)      An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), softcover,harga Rp 54.000.
5)      SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
6)      Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
7)      Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
8)      Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
9)      Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
10)   Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 55.000.
11)   Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah, Kepribadian Rasulullah SAW, hardcover, Rp 68.000.
Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.

TENGGELAM DAN FANA DALAM SAMUDRA TAUHID


https://www.facebook.com/tasawufunderground   
 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada penutup surah An-Nisa dalam Tafsir Al-Jailani mengatakan:
“Wahai engkau yang selalu berusaha mewujudkan kebenaran, yang selalu bergerak menuju keesaan Allah –semoga Allah menghantarkanmu ke puncak tujuanmu—engkau harus berpegang pada semua bukti yang jelas, yang sampai kepadamu dari Rasulullah SAW yang menunjukkan tauhid al-Haqq. Engkau juga harus mengambil cahaya Al-Qur`an yang membedakan antara yang hak dan batil yang ada di jalan-Nya, lalu kau laksanakanlah berbagai hal yang dapat mengantarkan kepada Allah, yang engkau temukan di jalan itu.

Engkau harus menghindari semua larangan-Nya yang akan menyesatkanmu dan menjauhkanmu dari-Nya. Engkau harus berakhlak dengan berbagai kandungan yang terdapat di dalam semua hukum dan kisah-kisah yang disebutkan di dalamnya; agar engkau dapat mewujudkan rahasia tauhid yang disimbolkannya dan sinar keeesaan Allah dalam kemasan keberbilangan. Engkau harus teguh bersemayam di wilayah keesaan Dzat yang akan mengenyahkan semua hasrat batil yang musnah dalam seluruh diri-Nya.

Semua ini tentu tidak mudah untuk engkau lakukan, kecuali dengan melakukan khidmat panjang kepada sang Mursyid al-Kâmil al-Mukammil (yang sempurna dan menyempurnakan) yang membimbingmu kepada Allah, sebagai bentuk uluran dari Tali Allah yang terentang dari keazalian Dzat sampai keabadian asma dan sifat-sifat-Nya. Ketahuilah bahwa "Tali Allah" itu adalah al-Qur`an yang diturunkan kepada sang Makhluk Terbaik Muhammad SAW yang telah bersabda: "Al-Qur`an adalah Tali Allah yang terentang dari langit sampai ke bumi."

Rasulullah SAW juga bersabda, "Sesungguhnya Al-Qur`an ini adalah hidangan Allah. Maka ambillah dari hidangan-Nya semampu kalian. Sesungguhnya Al-Qur`an ini adalah Tali Allah dan Cahaya yang Menjelaskan (an-Nûr al-Mubîn) dan Penyembuh yang Bermanfaat (asy-Syifâ` an-Nâfi'), yang menjadi 'ishmah (pelindung dari dosa) bagi siapapun yang berpegang kepadanya, dan menjadi keselamatan bagi siapapun yang mengikutinya. Ia tidak menyimpang sehingga perlu dikecam, dan ia tidak bengkok sehingga perlu diluruskan. Keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis, dan ia tidak diciptakan disebabkan banyaknya bantahan. Bacalah ia, karena sesungguhnya Allah memberi kalian pahala atas bacaannya dengan ganjaran satu huruf dibalas sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa alif lâm mîm adalah satu huruf, melainkan alif, dan lâm, dan mîm …"(HR Al-Hakim dan Ibn Syaibah)

Jadi siapapun yang ingin menyelami gelombang samudera Al-Qur`an untuk mengeluarkan mutiara-mutiara keyakinan dan 'irfan, maka ia harus lebih dulu berpegang pada hukum-hukum syariat cabang (furu’iyah) yang digali oleh para Pemilik Tekad yang Benar (arbab al-‘azaim ash-shahihah), dari pengertian lahiriah ayat-ayat Al-Qur`an. Tujuannya adalah agar ia dapat menangkap aspek lahiriah dari para Ashhâb al-Yaqazhah (para Pemilik Kesadaran) dari kalangan Ahl ath-Thalab wa al-Irâdah (salik) agar jiwa mereka siap melakukan semua itu, dan batinnya menjadi jernih, sehingga aliran dari Lautan Tauhid dapat mengalirinya.

Ketika itu terjadi, maka ia akan siap menjadi tempat bagi sang Penguasa Kerinduan dan Cinta (Sulthân al-'Isyq wa al-Mahabbah). Karena perlindungan bagi inti tauhid tidak lain adalah berupa hukum-hukum syariah dan adab thariqah bagi para salik yang bergerak menuju hakikat melalui suluk dan mujahadah.
Adapun berkenaan dengan para budalâ` (para wali abdâl) yang selalu tenggelam dalam Lautan Dzat dan terpesona oleh penglihatan pada keindahan Ilahi, yaitu mereka yang fana` di dalam Allah secara mutlak –sehingga "mereka" adalah "Dia" dan "Dia" adalah "mereka"- maka kita dan mereka berada pada posisi masing-masing, sehingga kita tidak layak membicarakan tentang mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk para pelayan dan debu di kaki mereka.

Wahai murid yang bertekad menempuh suluk jalan fana` dengan tekad yang kuat, dalam tekadmu ini engkau terlebih dulu harus menjernihkan sirr dan isi kalbumu dari segala bentuk tawajuh kepada yang selain al-Haqq. Engkau juga harus menjadikan tuntutan dan maksudmu hanyalah untuk tenggelam (istighrâq) dan fana (fana`) di dalam Lautan Keesaan.

Semua ini sama sekali tidaklah mudah bagimu, kecuali jika kau berhasil menghancurkan bahtera dirimu yang batil. Tapi untuk menghancurkannya pun tidaklah mudah bagimu, kecuali jika kau melakukan riyadhah yang berat, dalam bentuk lapar, haus, begadang pajang, pemutusan semua kelezatan inderawi dan syahwat nafsu untuk kemudian beralih kepada kelezatan cinta, fana, sabar terhadap bala, dan ridha atas semua ketetapan Allah yang kau alami. Jika kau berhasil mewujudkan semua ini di dalam dirimu, niscaya dirimu akan melemah dan bahteramu akan melamban. Pada saat itu, engkau akan mudah untuk menghancurkannya, cukup dengan kau berdiri di atasnya.

Ya Allah, ya Tuhan kami. Dengan kelembutan-Mu, hiasilah lahiriah kami dengan syariat-Mu; hiasilah batiniah kami dengan hakikat-Mu; hiasilah hati kami dengan musyahadah-Mu; hiasilah arwah kami dengan mu'ayanah-Mu; sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala yang Engkau kehendaki, dan Engkau layak menjadi tumpuan harapan orang-orang yang beriman.”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Tafsir Al-Jailani.

--------------------------------------------
Kami membantu para sahabat untuk mendapatkan buku-buku terjemah yang membahas tentang makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat. Antara lain: 1) Sirrul Asrar (Rasaning Rasa) karya Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab (Rp 65.000), 2) Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz, hardcover, harga Rp 230.000). 3) An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), harga Rp 54.000
4) SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan (Rp 55.000), 5) Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, (Rp 25.000). Untuk pemesanan, hubungi Ibu Ina via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.