Selasa, 20 Oktober 2015

TAWASUL & MANAQIB SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Memahami Makna Tawasul dan Manaqib

Acara Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sering kali dijumpai di pesantren dan halaqah-halaqah sufi di Nusantara. Jamaahnya bisa mencapai ribuan orang. Mereka datang untuk mendengarkan ceramah, mengalap berkah dan menimba ilmu, sambil berdzikir dan munajat bersama guru-guru mereka. Namun, kerap kali, selalu ada saja segelintir orang yang mempertanyakan acara semacam ini. Mereka menganggapnya sebagai bid’ah.

KH Bisri Mustofa pernah ditanya oleh beberapa orang tentang Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
Fulan: “Apa hukumnya membaca Manaqib?”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Mengertikan saudara arti kata manaqib? Kata-kata manaqib itu adalah bentuk jamak dari manqabah, yang artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang.
Jadi, membaca manaqib artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang.  Oleh sebab itu, kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang yang baik dan mulia, seperti Manaqib Umar bin Khattab, Manaqib Ali bin Abi Thalib, Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Manaqib Sunan Bonang, dan lain sebagainya. Tidak boleh dan tidak benar kalau ada orang yang berkata Manaqib Abu Jahal, Manaqib DN Aidit dan lain sebagainya. Kalau demikian artinya pada manaqib, apakah saudara masih tetap menanyakan hukumnya manaqib?”

Fulan: “Betul. Tetapi cerita di dalam Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani itu terlalu berlebihan sehingga tidak masuk akal. Misalnya, kantong berisi dinar diperas lalu keluar menjadi darah, tulang-tulang ayam yang berserakan, diperintah berdiri lalu bisa berdiri menjadi ayam jantan”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Kalau saudara melanjutkan cerita-cerita yang tidak masuk akal, sebaiknya jangan hanya berhenti sampai ceritanya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani saja, tetapi teruskanlah! Misalnya cerita sahabat Umar bin Khattab berkirim surat kepada Sungai Nil, sahabat Umar bin Khattab memberi komando dari Madinah kepada prajurit-prajurit yang sedang bertempur di tempat yang jauh dari Madinah. Cerita tentang Isra Mi’raj, tentang tongkat menjadi ular, cerita gunung yang pecah, kemudian keluar onta yang besar dan sedang bunting, cerita tentang Nabi Isya yang menghidupkan orang yang sudah mati. Dan, masih banyak lagi yang semuanya itu sama sekali tidak masuk akal.”

Fulan: “Kalau cerita itu keluar dari Nabi Allah sudah memang mukjizat, padahal Syekh Abdul Qadir Al-Jailani itu bukan nabi, apa bisa menimbulkan hal-hal yang tidak masuk akal?”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Baik Nabi Allah ataupun Syekh Abdul Qadir Al-Jailani atau sahabat Umar bin Khattab, semuanya itu masing-masing tidak bisa menimbulkan hal-hal yang tidak masuk akal. Tetapi, kalau Allah Ta’ala membuatnya bisa, apakah saudara dapat menghalanginya?”

Fulan: “Apakah selain Nabi Allah juga mempunyai mukjizat?”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Hal-hal yang menyimpang atau keluar dari adat (kebiasaan) itu kalau keluar dari Nabi Allah maka dinamakan mukjizat, dan kalau keluar dari wali Allah dinamakan karomah.”
Fulan: “Apakah dalil yang menunjukkan bahwa selain Nabi Allah dapat membuatnya bisa (mampu) menimbulkan hal-hal yang menyimpang dari adat atau tidak masuk akal?”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Silakan saudara baca cerita dalam Al-Quran tentang sahabat Nabi Allah Sulaiman yang dibuat menjadi bisa oleh Allah untuk memindahkan Arsy Balqis dalam QS An-Naml [27]: 40: “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: ‘Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.’ Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: ‘Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Ku). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) diri sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.”

Fulan: “Tetapi, di dalam Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ada juga kata-kata memanggil kepada ruh yang suci atau kepada wali-wali yang sudah mati untuk dimintai pertolongan, apakah itu tidak menjadikan musyrik?”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Memanggil-manggil untuk dimintai pertolongan, baik kepada wali yang sudah mati atau kepada Bapak-ibu saudara yang masih hidup dengan penuh ‘itikad bahwa pribadi wali atau pribadi Bapak-ibu saudara itu mempunyai kekuasaan untuk dapat memberi pertolongan yang terlepas dari kekuasaan Allah Ta’ala, maka itu hukumnya syirik!
Tetapi, kalau dengan ‘itikad bahwa segala sesuatu adalah dari Allah Ta’ala, maka itu tidak ada halangannya, apalagi sudah jelas bahwa kita meminta pertolongan (ghauts) kepada para wali itu maksudnya minta dimohonkan kepada Allah Ta’ala.”

Fulan: “Manakah yang lebih baik, berdoa kepada Allah secara langsung atau dengan perantara (tawasul)?”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Langsung boleh..Dengan perantara pun boleh. Sebab, Allah Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Saudara jangan mengira bahwa tawasul kepada Allah melalui nabi-nabi, wali-wali itu sama dengan saudara memohon kenaikan pangkat kepada atasan dengan perantara kepala kantor atau atasan Anda. Pengertian tawasul yang demikian itu tidak benar. Sebab berarti mengalihkan pandangan terhadap yang ditujukan (pihak atasan), beralih kepada pihak perantara, sehingga di samping mempunyai kepercayaan terhadap kekuasaan pihak atasan, saudara juga  percaya kepada kekuasaan pihak perantara. Tawasul kepada Allah tidak seperti itu!
Kalau saudara ingin contoh tawasul kepada Allah Ta’ala melalui nabi-nabi dan wali-wali itu, seperti orang sedang membaca Al-Qur’an dengan memakai kacamata. Orang itu tetap memandang Al-Qur’an dan tidak dapat dikatakan melihat kaca.”

Fulan: “Bukankah Allah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan.’ Atau firman-Nya ‘Dan orang-orang yang tidak menyembah bersama Allah akan Tuhan yang lain”..QS Al-Furqan:68. Dan, masih banyak lagi ayat yang lain.”
KH Bisri Mustofa menjawab: “Betul. Tetapi semuanya itu sama sekali tidak melarang kita bertawasul dengan pengertian sebagaimana yang telah saya terangkan tadi. Coba perhatikan contoh cerita berikut ini:
Saudara mempunyai seorang majikan yang kaya-raya, yang memiliki perusahaan besar. Saudara sudah sangat kenal baik dengan beliau, bahkan Anda termasuk pekerja yang paling dekat dengannya. Lalu, saya ingin diterima bekerja di perusahaannya. Untuk melamar pekerjaan itu, Anda (sebagai guru saya) saya ajak menghadap kepadanya bersama-sama, dan saya berkata. “Bapak pimpinan perusahaan yang mulia, kedatangan saya bersama guru saya ini, ada maksud yang ingin saya sampaikan, yaitu mohon diterima menjadi pekerja di perusahaan Bapak. Saya ajak guru saya menghadap Bapak karena saya pandang guru saya ini adalah orang baik hati dan jujur, serta juga kenal baik dengan Bapak.” Coba perhatikan, kepada siapa saya memohon? Kemudian adakah gunanya saya mengajak saudara menghadap majikan itu?
Misalnya, ada dua orang pengemis. Pengemis pertama datang sendirian. Sedangkan pengemis kedua datang dengan membawa kedua anaknya yang masih kecil-kecil. Anak yang satu masih menyusu dan anak yang satu lagi baru bisa berjalan. Di antara kedua pengemis itu, mana yang lebih mendapat perhatian Saudara? Saudara tentu akan menjawab, pengemis kedua yang membawa anak-anak itu yang lebih diperhatikan bukan? Kalau begitu, apakah ada gunanya pengemis itu membawa anak-anak yang masih kecil? Kepada siapa pengemis itu meminta? Apa pengemis itu meminta kepada anak-anaknya yang masih itu? Tentu tidak bukan?!”
--Dikutip dari buku Wirid-wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Rahasia Amalan-Amalan untuk Meraih Cinta Sejati, Ust. M. Syukron Maksum.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat-sahabatku di Tasawuf Underground, saya ucapkan terima kasih kunjungannya di fanpage ini. Semoga kiriman artikel dari halaman ini bermanfaat untuk menimba tasawuf dan silaturahmi antar salik.
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat yang tentu akan semakin membantu kita dalam mempelajari ilmu-ilmu hikmah dari sumber dan rujukan yang otoritatif. Dia antara buku-buku yang kami sediakan adalah:
1) Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2) Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3) Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4) SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
5) Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
6) Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
7) Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
8) Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
9) Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 59.000.
10) Mukjizat Huruf-Huruf Al-Quran, Didik Suharyo, softcover, Rp 65.000.
11) Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali, Republika (9 jilid), hardcover Rp 1.105.000,-(Dapat dibeli per jilid) Jilid 1,Ilmu dan Keyakinan,110rb Jilid 2,Rahasia Ibadah,125rb Jilid 3,Akhlak keseharian,125rb Jilid 4,keajaiban qalbu,120rb Jilid 5,Bahaya Lisan,110rb Jilid 6,Dunia & Godaannya,125rb Jilid 7,Pintu Taubat,130rb Jilid 8,Sabar & Syukur,125rb Jilid 9,Zuhud,Cinta & Kematian,160rb
12) Manhaj Aqidah,Imam Syafi'i, Rp 125.000
13) Al-Mahabbah,Kitab Cinta & Rindu,Rp 80.000
14) Mawaizh al-Imam al-Hasan al-Bashri (Untaian Hikmah Hasan Bashri),Rp 60.000
15) Mawaizh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (Untaian Hikmah Syekh AQJ),Rp 45.000
16) Mawaizh Imam al-Ghazali (Untaian Hikmah Imam Al-Ghazali),Rp 35.000
17) Maraqi al-Ubuddiyah,Syekh Nawawi al-Bantani,Rp 75.000
18) Latha-iful-Minan, Syekh Ibnu Atha'illah, Rp 70.000.
19) Nashaihul 'Ibad (Kumpulan Nasihat Pilihan) Syekh Nawawi Al-Bantani, Rp 75.000.
20) Dzikr Al-Maut (Metode Menjemput Maut), bagian akhir kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, Rp 65.000.
21) Al-Ghunyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Rp 65.000.

Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.
Terima kasih atas partipasi Anda.
Salam,
Halim Ambiya
Pendiri & Admin Tasawuf Underground



Senin, 03 Agustus 2015

BERITA TENTANG ALAM KUBUR DARI ORANG SALEH

Mengenal tentang Kematian
Seorang saleh telah bermimpi berjumpa Imam Sofyan Ats-Tsauri, setelah ulama besar ini meninggal dunia. Dalam mimpinya, orang saleh ini bertanya kepada Sofyan, “Bagaimana keadaanmu, wahai Abu Abdullah?”
Tapi, Sofyan Ats-Tsauri berpaling darinya dan berkata, “Ini bukan masanya lagi memanggilku dengan nama panggilan seperti itu (panggilan ‘Abu’).” Lalu, aku mengubah pertanyaanku, “Bagaimana keadaanmu, wahai Sofyan Ats-Tsauri?”
Lalu, Imam Sofyan Ats-Tsauri menjawab dengan bersyair:
“Aku melihat Rabb-ku dengan mataku, lalu Dia berfirman: ‘Bersenang-senanglah dengan keridhan-Ku terhadapmu wahai Abu Said. Engkau bangun ketika malam telah gelap. Dengan air mata kerinduan dan hati yang pasrah. Maka, pilihlah istana mana yang engkau mau, dan kunjungi Aku, karena AKu tidak jauh darimu.”
Orang saleh lain menuturkan, “Aku memiliki seorang anak yang mati syahid, namun aku tidak pernah memimpikannya. Hingga pada suatu malam saat Khalifaah Umar bin Abdul ‘Aziz meninggal dunia, maka aku bermimpi berjumpa anakku.
“Hai anakku, bukankah kau sudah mati?” tanyaku.
“Tidak ayah! Aku belum mati. Aku telah syahid. Aku hidup di sisi Allah , dan Dia memberiku rezeki,” jawabnya.
“Lalu, kenapa sekarang engkau datang?” tanyaku lagi.
“Telah diumumkan kepada seluruh penduduk surga, agar seluruh orang jujur dan para syahid ikut menshalatkan jenazah Umar bin Abdul ‘Aziz,” jawab anakku.
Maka, aku pun bergegas datang untuk ikut menshalatkan jenazah Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu. Lalu, aku datang kepada kalian untuk mengucapkan salam.”
Hisyam bin Hasan menuturkan, “Anakku telah meninggal ketika masih bayi. Kemudian aku melihatnya dalam mimpi. Tapi, dalam mimpi itu dia telah beruban. Aku bertanya, ‘Wahai anakku, kenapa engkau jadi beruban?”
“Ketika si fulan datang kepada kami, seketika Nereka Jahanam mengeluarkan bunyi dentuman yang sangat keras, hingga setiap yang mendengar menjadi beruban (karena takutnya),” jawabnya.
--Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul ‘Abidin

Minggu, 02 Agustus 2015

42 RAHASIA DAHSYATNYA SELAWAT NABI



Rahasia Dahsyatnya Selawat Nabi
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, qaddasallah sirrahu, memberi nasihat:
“Ketahuilah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau. Orang yang membaca selawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.

Membaca selawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, dan ahwal yang paling kokoh.
Dengan membaca selawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang. Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:
Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ùˆَ Ù…َÙ„َئكتَÙ‡ُ ÙŠُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ ÙŠَØ£َيهَا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا صلُّوا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ùˆَ سلِّÙ…ُوا تَسلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)

Dalam Kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman berselawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al-Anwar. Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan berselawat kepada Nabi. Menurutnya, “Membaca selawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba:
1. Berselawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Berselawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang berselawat kepada Nabi.
3. Berselawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang berselawat kepada Nabi.
4. Mendapat balasan 10 kali lipat selawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap selawat yang kita ucapkan.
5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca selawat 10 tingkat lebih tinggi..
6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
9. Selawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
10. Selawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
11. Selawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
12. Selawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
13. Nilai selawat sama dengan nilai sedekah.
14. Selawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan selawat balasan.
15. Selawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
16. Terpenuhinya segala keinginan.
17. Selawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
18. Selawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
19. Selawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan selawat balasan.
20. Selawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
21. Selawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
22. Selawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
23. Selawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika selawat dibacakan.
24. Selawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca selawat ketika namanya disebutkan.
25. Selawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
26. Selawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
27. Selawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca selawat kepada Rasul-Nya.
28. Selawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga.
29. Selawat menghapus status sebagai pembenci selawat.
30. Selawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca selawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit.
31. Selawat dapat mendatangkan rahmat Allah.
32. Selawat dapat mendatangkan berkah.
33. Selawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi.
34. Selawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya.
35. Selawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati.
36. Selawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW.
37. Selawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW.
38. Selawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT.
39. Bacaan selawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT.
40. Selawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena selawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
41. Selawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan selawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
42. Memperbanyak bacaan selawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syekh Murabbi (guru spiritual).
--As-Safinah Al-Qadiriyah Li Asy-Syaikh ‘Abd Qadir Al-Jailani Al-Hasani

RINDU KEPADA ALLAH DAN KETENANGAN JIWA



Dalam kitab Al-Mahabbah, Imam Al-Ghazali bercerita tentang kerinduan Ibrahim bin Adham kepada Allah SWT yang begitu dahsyat. Sebuah kerinduan yang sangat menggelisahkan jiwanya. Ibrahim begitu galau dan gelisah.
Ibrahim bin Adham bertutur, “Suatu hari aku berkata, “Wahai Rabb-ku. Jika Engkau pernah memberi salah seorang dari para pecinta-Mu sesuatu yang dapat menenangkan hatinya sebelum bertemu dengan-Mu, maka berikanlah juga itu padaku! Sungguh aku galau dan gelisah dibuatnya.”

Setelah itu, aku bermimpi berdiri di hadapan-Nya, Dia berfirman, “Wahai Ibrahim. Apakah engkau tidak malu meminta agar Aku memberimu sesuatu yang dapat menenangkan hatimu sebelum bertemu dengan Aku? Apakah orang yang tercekam rindu dapat tenang hatinya sebelum bertemu kekasihnya?”

Lalu,  aku pun menjawab, “Wahai Rabb-ku. Kecintaanku kepada-Mu telah melambung tinggi hingga aku tak tahu bagaimana harus berkata. Ampunilah aku, ajarilah apa yang harus aku ucapkan.” Maka, Dia menjawab, “Ucapkanlah, Ya Allah...Relakanlah aku dengan ketentuan-Mu, sabarkanlah aku atas cobaan-Mu, dan berikanlah aku kesadaran untuk  mensyukuri nikmat-nikmat-Mu.”

Jadi, menurut Imam Al-Ghazali, kerinduan seperti ini baru akan reda dan menemukan ketenangan nanti di akhirat kelak. Kerinduan ini hanya berakhir di akhirat melalui perjumpaan dan penyaksian langsung terhadap Allah Azza wa Jalla.

--Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha, Ihya Ulumuddin

KUATKAN PERHATIANMU HANYA KEPADA ALLAH

CUKUP HANYA ALLAH DI HATIMU

Syekh Ibnu Atha’ilah mengatakan, “Maqam-maqam keyakinan dan cahayanya yang menyatukannya sama seperti pagar dan benteng yang mengelilingi sebuah negeri. Cahaya itu adalah pagar, sedangkan maqam-maqam keyakinan adalah benteng yang mengelilingi kota hati.

Sesungguhnya, orang yang mampu memagari kalbunya dengan keyakinan yang sangat kuat dan menegakkan maqam-maqam keyakinannya laksana benteng, maka dia tak akan mampu disentuh oleh setan. Tak akan ada setan apa pun yang mampu mengganggunya. Sebab, tak ada jalan masuk bagi setan untuk mengganggunya sama sekali. Karena itu, Allah SWT berfirman, “Engkau tidak memiliki kekuasaan apa pun atas hamba-Ku.” (QS Al-Hijr [15]: 42)

Bagaimana mungkin orang seperti itu dapat diganggu setan? Bagaimana mungkin orang yang telah kokoh imannya dan menegakkan pengabdian kepada Allah, fokus dan hanya tertuju kepada Allah bisa terganggu oleh makhluk lain? 

Orang yang keyakinannya telah sempurna, memiliki pengabdian yang besar kepada Allah, bertawakal dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah, tak akan terganggu oleh hal-hal lain selain Allah. Baginya, tak ada sesuatu apa pun yang dapat mengalihkan perhatian dirinya dari Tuhan. Lalu, Allah juga pasti menjaga, memelihara, membantu dan melindunginya setiap saat. Orang-orang seperti ini adalah hamba-hamba yang telah mengarahkan perhatiannya hanya kepada Allah, sehingga Dia mencukupi mereka dari selain-Nya.

--Disarikan dari  Tanwir fi Isqath al-Tadbir karya Syekh Ibnu Atha’illah

Kamis, 28 Mei 2015

NASEHAT IMAM AL-GHAZALI UNTUK SALIK



Amalan Penerang Jiwamu!
Imam Al-Ghazali mengatakan:
“Ketahuilah bahwa perintah Allah ada yang wajib dan ada pula yang sunah. Perintah yang wajib merupakan harta po­kok. Ia adalah modal perdagangan yang dengannya kita dapat selamat. Sedangkan perintah yang sunah merupakan laba yang dengannya kita dapat meraih derajat mulia.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: 'Tidaklah orang­-orang mendekatkan diri pada-Ku dengan melaksanakan apa yang Kuwajibkan pada mereka, dan tidaklah se­orang hamba mendekatkan diri padaku dengan amal­-amal sunah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku su­dah mencintainya, maka Aku menjadi telinganya yang mendengar, matanya yang melihat, lidahnya yang ber­bicara, tangannya yang memegang, dan kakinya yang berjalan."

Engkau tidak akan dapat menegakkan perintah Allah, kecuali dengan senantiasa mengawasi kalbu dan anggota badanmu pada setiap waktu dan pada setiap tarikan nafasmu, dari pagi hingga sore.

Ketahuilah bahwa Allah SWT menangkap isi kalbumu. Dia mengawasi lahir dan batin­mu. Mengetahui semua lintasan pikiranmu, langkah-lang­kahmu, serta diam dan gerakmu. Saat bergaul dan me­nyendiri, engkau sedang berada di hadapan-Nya. Tidak ada yang diam, dan tak ada yang bergerak, melainkan semuanya diketahui oleh Penguasa langit. Allah SWT berfirman:  "Dia mengetahui khianatnya mata dan apa yang disembunyi­kan hati" (Q.S. Ghafir: 19),  "Dia Maha Mengetahui yang rahasia dan tersembunyi" (Q.S. Thaha: 7).

Oleh karena itu, hendaklah harus engkau beradab di hadapan Allah SWT de­ngan adab seorang hamba yang hina dan berdosa di hadapan-Nya. Berusahalah agar Allah tidak melihatmu sedang melakukan sesuatu yang dilarang dan tidak me­laksanakan apa-apa yang diperintah. Hal itu hanya bisa terwujud jika engkau bisa membagi waktu dan meng­atur wirid-wiridmu dari pagi hingga petang. Jagalah perintah Allah SWT yang diwajibkan kepadamu, sejak dari bangun tidur hingga engkau kembali ke pemba­ringan.”

--Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul-Hidayah


 _______________________________________
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat-sahabat Tasawuf Underground yang saya cintai. Semoga harimu menyenangkan, dilimpahi rezeki berkah, ilmu bermanfaat dan selalu dalam bimbingan Allah Azza wa Jalla.
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat melalui forum ini. Antara lain:
1) Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2) Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3) Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4) An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), softcover,harga Rp 54.000.
5) SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
6) Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
7) Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
8) Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
9) Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
10) Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 59.000.
11) Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah, Kepribadian Rasulullah SAW, hardcover, Rp 68.000.
12) Mukjizat Huruf-Huruf Al-Quran, Didik Suharyo, softcover, Rp 65.000.
13) Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali, Republika (9 jilid), hardcover Rp 1.105.000,-(Dapat dibeli per jilid)

Jilid 1,Ilmu dan Keyakinan,110rb
Jilid 2,Rahasia Ibadah,125rb
Jilid 3,Akhlak keseharian,125rb
Jilid 4,keajaiban qalbu,120rb
Jilid 5,Bahaya Lisan,110rb
Jilid 6,Dunia & Godaannya,125rb
Jilid 7,Pintu Taubat,130rb
Jilid 8,Sabar & Syukur,125rb
Jilid 9,Zuhud,Cinta & Kematian,160rb
14) Manhaj Aqidah,Imam Syafi'i, Rp 125.000
15) Al-Mahabbah,Kitab Cinta & Rindu,Imam Ghazali,Rp 80.000
16) Tajul 'Arus,Ibn Athaillah,Rp 80.000
17) Mawaizh al-Imam al-Hasan al-Bashri (Untaian Hikmah Hasan Bashri),Rp 60.000
18) Mawaizh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (Untaian Hikmah Syekh AQJ),Rp 45.000
19) Mawaizh Imam al-Ghazali (Untaian Hikmah Imam Al-Ghazali),Rp 35.000
20) Maraqi al-Ubuddiyah,Syekh Nawawi al-Bantani,Rp 75.000
21) Latha-iful-Minan, Syekh Ibnu Atha'illah, Rp 70.000.
22) Nashaihul 'Ibad (Kumpulan Nasihat Pilihan) Syekh Nawawi Al-Bantani, Rp 75.000.
23) Bidayatul Hidayah,Imam Ghazali,Rp 50.000
24) Al-Ghunyah,Syekh Abdul Qadir Jaelani,Rp 69.000
Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.
Semoga bermanfaat. Semoga tali silaturahmi melalui Tasawuf Underground ini semakin kuat dalam ikatan persaudaraan hakiki dan mardhatillah.
Terima kasih.
Halim Ambiya
Pendiri & Admin Tasawuf Underground

 

ADAB DAN DOA SEBELUM TIDUR DARI IMAM AL-GHAZALI



Mampukah Kita Tidur dan Berserah Diri?
Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul-Hidayah memberi nasehat bahwa jika hendak tidur, kita dianjurkan untuk menghadap kiblat. Lalu tidur di atas sisi kananmu seperti tidurnya mayit di liang kuburnya.

Imam Al-Ghazali mengatakan, “Ketahuilah bahwa tidur adalah bagaikan kematian dan terjaga adalah bagaikan bangkit dari kematian. Boleh jadi, Allah meng­genggam ruhmu di malam itu. Maka dari itu, bersiap­-siaplah untuk menghadapinya dengan tidur dalam ke­adaan suci dan usahakan agar wasiatmu telah tertulis di bawah kepalamu.”

Kita juga dianjurkan untuk memulai tidur sambil bertobat dan meminta ampunan dari semua dosa dengan tekad tidak akan berbuat maksiat lagi. “Bertekadlah untuk berbuat baik kepada semua Muslim saat Allah membangunkanmu. Ingatlah bahwa engkau akan berbaring di liang ku­bur seperti itu seorang diri, hanya ditemani oleh amal­mu. Engkau hanya akan dibalas sesuai dengan amal perbuatanmu itu.”

Jangan sampai engkau menghendaki tidur yang ba­nyak dengan menghampar kasur empuk karena tidur adalah menghentikan kehidupan. Kecuali, jika bangun­mu justru menjadi bencana bagimu sehingga tidur ter­sebut lebih membuat agamamu selamat.

Ketahuilah bahwa malam dan siang seluruhnya berjumlah dua pu­luh empat jam. Jangan sampai tidurmu sepanjang siang dan malam lebih dari delapan jam. Karena, jika engkau berumur sekitar enam puluh tahun cukup bagimu mem­buang dua puluh tahun darinya, atau sepertiga dari umurmu itu.

Sebelum tidur, kita juga dianjurkan untuk bersiwak (menggosok gigi) dan bersuci terlebih dahulu. Kemudian ber­tekad untuk bangun malam atau bangun sebelum waktu shalat subuh. Dua rakaat di tengah malam merupakan salah satu harta kekayaan yang berharga mulia. Perbanyaklah harta kekayaanmu itu guna menghadapi hari miskinmu. Sebab, harta kekayaan dunia sama sekali tak akan ber­guna jika engkau binasa.”

DOA SEBELUM TIDUR 

"Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, kuletakkan pung­gungku dan dengan nama-Mu pula kuangkat serta am­punilah dosa-dosaku. Ya Allah, lindungi aku dari siksa­Mu pada hari para hamba-Mu dibangkitkan.

Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati. Aku berlindung pada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang memiliki keburukan serta dari kejahatan setiap yang melata. Eng­kaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Sesungguh­nya Tuhanku berada di jalan yang lurus.

Ya Allah, Eng­kaulah Yang Maha Pertama yang tidak didahului oleh sesuatu dan Engkau pula Yang Maha Terakhir yang tak ada sesuatu sesudah-Mu. Engkau Mahatampak, tak ada sesuatu di atas-Mu. Engkau Maha Tersembunyi, tak ada sesuatu di bawah-Mu. Bayarkanlah hutangku dan ang­katlah aku dari kemiskinan.

Ya Allah, Engkau yang menciptakan diriku dan engkau pula yang mewafatkan­nya. Kematian dan kehidupannya ada pada kekuasaan­Mu. Jika engkau matikan diriku ini, maka ampunilah dia, dan jika engkau hidupkan, maka jagalah dia seba­gaimana engkau menjaga para hamba-Mu yang saleh. Ya Allah aku meminta pada-Mu pengampunan dan ke­selamatan di dunia dan akhirat.

Ya Allah, bangunkan aku dalam waktu terbaik menurutmu. Buatlah aku me­lakukan perbuatan-perbuatan yang paling Kau senangi sehingga hal itu akan mendekatkan diriku pada-Mu dan menjauhkannya dari murka-Mu setelah aku meminta pada-Mu. Setelah aku meminta pada-Mu, maka Engkau memberikannya, aku meminta ampunan pada-Mu maka Kau terima, dan aku berdoa pada-Mu maka Kau ka­bulkan untukku."

 Bismika rabbii wadha’tu janbii wabismika arofa’uhu faghfirlii dzanbii. Allahumma bismika ahya wa amuut wa a’udzubika allahumma min-syarri kulli dzii syarri. Wa min syarri kullidabbatin anta akhidzdzi binashiyatiha, inni rabbi ’alaa shirath mustaqiim. Allahumma antal wali falaiisa qablaka syai’in, wa antal akhirufalaisa ba’da katsi’in Wa antazhzhihiru falaisa fauqaka syai’in Wa antal bathinu falaisa duunaka syai’in Iqdhii ‘anniid dunya wa aghninii minal faqri. Allahumma antalkhalaqta nafsii wa anta tatawwafaha, laka mamatuha wa mahyaha, in amattaha faghfirlaha wa in ahyaitaha fahfazhha bimatahfazhu bihi ‘ibadakash shalihiin. Allahumma inni as ‘alukal ‘afwa wal ‘afiyata fiiddiin waddunya wal aakhirati. Allahummaaiqithnii fii ahabiissa ‘ati ilaika was ta’malnii bi ahabbil ‘amal ilaika hatta tuqarribanii ilaika zulfa wa tub ‘idanii ‘an sakhathika ba’da an as alakafatu’thiinii wa astaghfiraka fataghfirulii wa ad’uuka fatastajiibulii.


--Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul-Hidayah



_____________
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat-sahabat Tasawuf Underground yang saya cintai. Semoga harimu menyenangkan, dilimpahi rezeki berkah, ilmu bermanfaat dan selalu dalam bimbingan Allah Azza wa Jalla.
Kami membantu untuk mendapatkan kitab-kitab terjemah yang membahas makna syariat, tarekat, makrifat dan hakikat melalui forum ini. Antara lain:
1) Sirrul Asrar (Rasaning Rasa), Syekh Abdul Qadir Jailani, terjmh KH Zezen ZA Bazul Asyhab, hardcover, Rp 65.000.
2) Tafsir Al-Jailani, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani trjemah Tim Markaz Al-Jailani (2 jilid/6 Juz), hardcover, Rp 230.000.
3) Fath Ar-Rabbani, Meraih Cahaya Ilahi, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, hardcover, Rp 115.000.
4) An-Nafais Al-Uluhiyah (Guru Sufi Menjawab), softcover,harga Rp 54.000.
5) SUNAN GUNUNG JATI: Petuah, pengaruh dan Jejak-jejak Sang Wali, karya Prof Dr. Dadan Wildan, softcover, Rp 55.000.
6) Wasiat-wasiat Sufistik HASAN AL-BASHRI, softcover, Rp 25.000.
7) Minhajul-‘Abidin, karya Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 110.000.
8) Kitab At-Tawbah (dari Ihya Ulumuddin), Rahasia Tobat, Imam Al-Ghazali, hardcover, Rp 59.000.
9) Kitab Ash-Shabr (dari Ihya Ulumuddin), Terapi Sabar, Imam Al-Ghazali, hardcover Rp 59.000.
10) Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari, hardcover, Rp 59.000.
11) Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah, Kepribadian Rasulullah SAW, hardcover, Rp 68.000.
12) Mukjizat Huruf-Huruf Al-Quran, Didik Suharyo, softcover, Rp 65.000.
13) Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali, Republika (9 jilid), hardcover Rp 1.105.000,-(Dapat dibeli per jilid)

Jilid 1,Ilmu dan Keyakinan,110rb
Jilid 2,Rahasia Ibadah,125rb
Jilid 3,Akhlak keseharian,125rb
Jilid 4,keajaiban qalbu,120rb
Jilid 5,Bahaya Lisan,110rb
Jilid 6,Dunia & Godaannya,125rb
Jilid 7,Pintu Taubat,130rb
Jilid 8,Sabar & Syukur,125rb
Jilid 9,Zuhud,Cinta & Kematian,160rb
14) Manhaj Aqidah,Imam Syafi'i, Rp 125.000
15) Al-Mahabbah,Kitab Cinta & Rindu,Imam Ghazali,Rp 80.000
16) Tajul 'Arus,Ibn Athaillah,Rp 80.000
17) Mawaizh al-Imam al-Hasan al-Bashri (Untaian Hikmah Hasan Bashri),Rp 60.000
18) Mawaizh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (Untaian Hikmah Syekh AQJ),Rp 45.000
19) Mawaizh Imam al-Ghazali (Untaian Hikmah Imam Al-Ghazali),Rp 35.000
20) Maraqi al-Ubuddiyah,Syekh Nawawi al-Bantani,Rp 75.000
21) Latha-iful-Minan, Syekh Ibnu Atha'illah, Rp 70.000.
22) Nashaihul 'Ibad (Kumpulan Nasihat Pilihan) Syekh Nawawi Al-Bantani, Rp 75.000.
23) Bidayatul Hidayah,Imam Ghazali,Rp 50.000
24) Al-Ghunyah,Syekh Abdul Qadir Jaelani,Rp 69.000

Untuk pemesanan hubungi Ibu Ina, via sms/wa: 08122476797. Harga belum termasuk ongkos kirim.
Semoga bermanfaat. Semoga tali silaturahmi melalui Tasawuf Underground ini semakin kuat dalam ikatan persaudaraan hakiki dan mardhatillah.
Terima kasih.
Halim Ambiya
Pendiri & Admin Tasawuf Underground